Work-life balance adalah keseimbangan yang sehat antara tuntutan pekerjaan dan kehidupan pribadi karyawan sehingga keduanya dapat berjalan tanpa saling mengorbankan berlebihan. Keseimbangan ini bersifat dinamis dan berbeda bagi tiap orang, dipengaruhi oleh beban kerja, fleksibilitas, dan budaya organisasi. Ia bukan berarti membagi waktu sama rata, melainkan mengelola energi dan batas dengan sadar. Dukungan organisasi berperan besar dalam mewujudkannya.
Keseimbangan yang terjaga mengurangi kelelahan, menjaga kesehatan karyawan, dan mendukung produktivitas serta retensi jangka panjang.
Organisasi mendorong karyawan tidak membalas pesan kerja di luar jam kerja kecuali mendesak, agar waktu istirahat benar-benar pulih.