Benchmarking adalah proses membandingkan kinerja, proses, atau produk sebuah organisasi terhadap standar industri atau pesaing terbaik untuk menemukan celah perbaikan. Tujuannya bukan sekadar meniru, tetapi memahami praktik unggulan lalu menyesuaikannya dengan konteks sendiri. Benchmarking bisa bersifat internal (antarunit dalam satu organisasi), kompetitif (terhadap pesaing langsung), atau fungsional (terhadap organisasi lain yang unggul di fungsi tertentu). Hasilnya dipakai sebagai dasar menetapkan target yang realistis namun menantang.
Benchmarking mencegah organisasi puas dengan kinerja seadanya dan memberi tolok ukur objektif untuk perbaikan berkelanjutan.
Sebuah yayasan membandingkan waktu rata-rata penyusunan rapor di sekolahnya dengan sekolah lain yang sudah memakai sistem informasi terpadu, lalu menjadikan selisihnya sebagai target efisiensi.