5 Tren Teknologi Yang Sekolah Maju Terapkan

Kualitas pembelajaran di sebuah sekolah sangat bergantung dengan sistem pendukung dan kompetensi sumber dayanya. Kedua faktor itu akan menghasilkan capaian yang memuaskan asalkan dipersiapkan dengan sangat baik. Fasilitas yang tersedia, metode yang ampuh, hingga tenaga pendidik yang terampil bersinergi menghasilkan pengalaman belajar-mengajar yang mengesankan.

 

Setiap manajemen sekolah mendambakan hal tersebut. Jika dirasa belum mampu meraih berbagai prestasi, paling tidak, dengan pengalaman yang berkesan tersebut, sekolah telah membawa suasana baru. Sekolah tidak lagi menjadi rutinitas yang cenderung menjenuhkan. Sebagai gantinya, nuansa baru akan membawa energi baru sehingga prestasi pun datang seiring waktu.

 

Sekolah yang mempunyai konsep pembelajaran yang terstruktur seperti itu juga memiliki keuntungan jangka panjang. Artinya, citra positif melekat kepada sekolah-sekolah yang demikian. Dalam kata lain, persepsi khalayak tentang sekolah tersebut akan bernilai positif. Sekolah yang profesional, berkualitas, dan diakui, persis sekolah maju pada umumnya. Pandangan seperti ini bisa saja mendatangkan berbagai keuntungan material dan non material lainnya di kemudian hari.

 

Di antara banyaknya konsep pembelajaran yang dimaksud adalah pembelajaran dengan dukungan teknologi. Hal ini lantaran sejalan dengan tren teknologi di seluruh dunia yang telah merambah ke seluruh sektor kehidupan, termasuk sektor pendidikan.  

 

Setidaknya, ada 5 teknologi di bidang pendidikan yang biasanya diterapkan oleh sekolah maju.

 

  1. Assistive technology
    Assistive technology adalah bantuan berbagai perangkat untuk mendukung pembelajaran anak berkebutuhan khusus. Ini berarti mengarah kepada Pendidikan Inklusif, yang menghendaki adanya kesetaraan dan keadilan mengakses pendidikan untuk semua kalangan.Assistive technology memfasilitasi mereka yang dikategorikan sebagai peserta didik disabilitas seperti tuna rungu, tuna wicara, tuna netra, tuna rungu, tunagrahita, tuna daksa, tuna laras, tuna wicara, hiperaktif, kesulitan belajar, sindroma down, autis, dan tuna ganda.

    Bentuk fasilitas itu pun menyesuaikan dengan data tiap kategori.
    Antara lain contohnya,-Text to speech
    -Tampilan braille
    -Kursi roda
    -Screen-reading software
  2. Video assisted learning
    Selanjutnya adalah video assisted learning. Singkatnya, ini adalah pembelajaran berbasis video. Peserta didik akan diperlihatkan penjelasan mengenai pelajaran yang berbentuk video. Metode ini diyakini mampu mempercepat dan mempermudah memahami yang disampaikan lantaran sejalan dengan fitrah manusia yang mampu menangkap lebih cepat apa yang didengar sekaligus apa yang dilihat.
  3. Big Data
    Data adalah kunci, terlebih bagi sekolah. Sekolah yang memiliki ratusan murid, guru dan karyawan sekolah tentu menyimpan data mereka semua. Adanya data bukan hanya untuk keperluan registrasi semata, melainkan juga untuk meningkatkan efektifitas belajar secara signifikan.Data yang tersaji dengan rapi sangat memudahkan baik guru maupun siswa untuk mengukur dan mendorong proses belajar. Data yang rapi pun dapat diandalkan manajemen sekolah untuk merumuskan kebijakan sekolah yang tepat sasaran.Dengannya, sekolah dapat menjalankan sistem yang benar-benar dibutuhkan oleh para murid dan guru. Lambat laun, sekolah akan terasa sangat istimewa.Namun, untuk mewujudkan itu semua diperlukan sistem yang canggih. Sistem yang sengaja dirancang untuk mengakomodir kebutuhan sekolah. Biasanya sekolah maju tidak sekadar mengandalkan operator atau admin sekolah untuk mengatasi keperluan ini.

    Tetapi, mereka akan menggunakan jasa pihak lain yang memang spesialisasi di bidang sistem ini. Hal itu tidak mengherankan jika memang ingin menghasilkan sesuatu secara optimal maka mendatangkan pihak yang kompeten adalah cara terbaik.

  4. Learning Management System (LMS)
    Learning Management System (LMS) atau sistem manajemen pembelajaran adalah aplikasi atau perangkat lunak (software) yang dirancang terencana untuk menyimpan, mengatur dan membagikan berbagai keperluan konten pembelajaran. LMS sangat cocok diterapkan oleh manajemen sekolah guna menghasilkan pembelajaran yang memuaskan. Performa guru dan siswa juga akan terasa meningkat seiring penggunaan sistem LMS.
  5. Sistem informasi sekolah
    Yang satu ini memang tidak diterapkan oleh banyak sekolah. Apalagi saat ini sudah banyak platform pembelajaran yang mudah diakses dan praktis. Namun, yang satu ini adalah andalan nya banyak sekolah maju. Kemampuan nya yang secara optimal mampu mengakselerasi  proses pembelajaran turut meyakinkan sekolah-sekolah maju untuk mengaplikasikan sistem ini.
    Sistem informasi sekolah adalah sistem berupa software atau perangkat lunak yang khusus dibuat untuk memenuhi berbagai kebutuhan lembaga pendidikan seperti sekolah, madrasah, dan pondok pesantren.Di dalam sistem informasi sekolah tersedia banyak tools yang dapat digunakan oleh setiap pengguna seperti siswa, guru, admin sekolah, manajemen sekolah bahkan orangtua siswa sekalipun. Biasanya, Tools ini bersifat unik, artinya pengguna memiliki tools yang berbeda-beda. Hal itu dimaksudkan agar pembelajaran di sekolah benar-benar terasa mengesankan.Melacak nilai setiap saat, membagikan materi dengan cepat, kontrol penuh data sekolah yang melimpah, serta mengamati perkembangan studi anak adalah sederet keuntungan sekolah yang menggunakan sistem informasi sekolah.

    Salah satu contoh sistem informasi sekolah adalah Edunav.

    Anda bisa melihat cara kerja Edunav di sini:
    https://youtu.be/2KHYiLKPsu4

     

Baca Juga  Lagi Cari Madrasah? 6 MAN Terbaik di Indonesia Ini Layak Kamu Pertimbangkan

Leave a Comment

Your email address will not be published.