Mengenal Gaya Desain Website Modern di 2026
Mengenal Gaya Desain Website Modern di 2026 - Desain website hari ini tidak lagi sekadar "minimalis dan rapi".

Pernahkah Anda membuka sebuah website lalu langsung betah menjelajahinya? Tombolnya mudah ditemukan, tampilannya enak dilihat, dan setiap geseran layar terasa menyenangkan. Di sisi lain, ada juga website yang membuat kita cepat menutup tab karena bingung harus mulai dari mana.
Perbedaannya sering terletak pada desain UI/UX. UI (user interface) adalah tampilan yang kita lihat. UX (user experience) adalah pengalaman yang kita rasakan saat menggunakannya.
Desain website hari ini tidak lagi sekadar “minimalis dan rapi”. Tampilannya lebih ekspresif, lebih interaktif, dan terasa lebih manusiawi. Meski begitu, website tetap harus mudah digunakan, cepat diakses, dan ramah bagi semua orang.
Berikut beberapa gaya desain yang sedang banyak digunakan, beserta kapan sebaiknya dipakai.
1. Bento Grid: Rapi Seperti Kotak Bekal

Namanya diambil dari kotak bekal khas Jepang yang terbagi menjadi sekat-sekat berbeda ukuran. Di website, informasi disusun dalam kartu-kartu yang besarnya bervariasi. Satu kotak besar bisa berisi judul utama, kotak kecil berisi angka statistik, dan kotak lain menampilkan video.
Hasilnya, halaman terlihat dinamis tetapi tetap teratur. Pengunjung pun mudah memindai informasi dengan cepat. Gaya ini juga mudah menyesuaikan diri di layar ponsel, karena kotak-kotaknya tinggal disusun ulang.
Cocok untuk: company profile, produk digital (SaaS), dan portofolio.
2. Glassmorphism dan Claymorphism: Kaca dan Tanah Liat
Glassmorphism membuat elemen website tampak seperti kaca buram. Tampilannya transparan, sedikit kabur, dan ditumpuk di atas latar yang berwarna. Kesannya ringan, modern, dan berlapis. Gaya ini banyak dipakai pada tampilan teknologi, AI, dan aplikasi keuangan.
Claymorphism adalah “sepupunya” yang lebih lembut. Bentuknya membulat, warnanya pastel, dan bayangannya membuat objek terlihat empuk seperti mainan tanah liat. Kesannya ramah dan menyenangkan.
Catatan: efek transparan yang berlebihan bisa membuat teks sulit dibaca. Efek blur juga bisa memberatkan ponsel dengan spesifikasi rendah. Pakailah secukupnya.
3. Neo-Brutalism: Berani Tampil Beda

Kalau kebanyakan website tampil halus dan “aman”, Neo-Brutalism justru sebaliknya. Ciri-cirinya:
- garis tepi hitam yang tebal,
- warna mencolok,
- bayangan kaku,
- huruf berukuran besar,
- tata letak yang sengaja terlihat sedikit “nekat”.
Bayangkan tombol kuning berbentuk kotak dengan garis hitam tebal dan bayangan yang bergeser ke samping. Gaya ini membuat brand mudah diingat dan terasa punya kepribadian.
Cocok untuk: agensi kreatif, portofolio, dan kampanye yang ingin mencuri perhatian.
7. Dark Mode dengan Sentuhan Neon

https://idwebhost.com/blog/wp-content/uploads/2025/03/334_dark-mode-website-pro-dan-kontra.webp
Latar gelap yang dipadukan dengan aksen cahaya neon, gradasi warna, dan efek berpendar memberi kesan futuristik. Cahaya digunakan untuk mengarahkan mata pengunjung ke tombol atau informasi penting.
Menariknya, tren tahun ini mulai bergeser. Website teknologi kini lebih memilih tampilan gelap yang tenang dan jelas, bukan sekadar penuh efek.
Cocok untuk: AI, keamanan siber, gaming, dan produk digital.
8. Retro/Y2K Design

Di tengah kecanggihan teknologi, sebagian desainer justru menoleh ke belakang dan ke sekitar. Ada tiga arah yang menonjol:
- Retro/Y2K menghadirkan kembali piksel, efek krom, dan nuansa internet awal 2000-an.
- Organic design memakai bentuk alami, tekstur, dan warna tanah. Gaya ini cocok untuk brand lingkungan dan kesehatan.
- Human-made design memasukkan coretan tangan, ilustrasi manual, dan bentuk yang sengaja tidak sempurna.
Di era ketika AI bisa membuat desain “sempurna” dalam hitungan detik, sentuhan manusia justru menjadi pembeda. Kesannya lebih personal dan autentik.
9. Minimalist Maximalism: Sederhana tetapi Berkarakter

https://cms-assets.tutsplus.com/cdn-cgi/image/width=850/uploads/users/30/posts/108482/image-upload/grandeur.jpg

https://blog.magezon.com/wp-content/uploads/2023/03/minimalist-website-design.jpg
Gaya ini menggabungkan dua hal yang tampak bertolak belakang. Navigasinya tetap sederhana dan mudah dipahami. Namun tampilannya dibuat lebih ekspresif, lewat judul besar, warna berani, tata letak asimetris, dan animasi kecil saat tombol disentuh.
Intinya, website boleh tampil ramai secara visual, asalkan pengunjung tetap tidak tersesat.
Modern Bukan Berarti Memakai Semuanya
Website modern jarang hanya memakai satu gaya. Biasanya ia meracik beberapa gaya sekaligus sesuai kebutuhan. Contohnya:
- Website AI: Bento Grid + Glassmorphism + Dark Mode + animasi kecil
- Website kampus: Editorial + Minimalis + Bento Grid
- Website agensi kreatif: Neo-Brutalism + teks bergerak + tata letak eksperimental
- Website lingkungan: Organic + Editorial + Scrollytelling
Jadi, “modern” tidak berarti harus memakai efek kaca, animasi, dan 3D sebanyak mungkin. Desain yang baik tetap berangkat dari pertanyaan sederhana:
- Siapa pengunjungnya?
- Apa yang ingin mereka temukan?
- Seperti apa karakter brand yang ingin ditampilkan?
Tampilan yang menarik harus berjalan bersama kecepatan akses, kemudahan navigasi, dan kenyamanan di semua perangkat.
Wujudkan Website Modern Bersama Zerone.id
Memilih gaya yang tepat, memadukannya dengan karakter brand, lalu memastikan website tetap cepat dan nyaman diakses bukan pekerjaan sederhana. Di sinilah Zerone.id hadir untuk membantu.
Kami mendampingi bisnis dan institusi dalam membangun identitas digital melalui layanan desain dan pengembangan website. Prosesnya dimulai dari perumusan konsep visual dan penerapan UI/UX, dilanjutkan dengan tampilan responsif di berbagai perangkat, hingga fitur interaktif yang mendukung tujuan bisnis Anda. Setiap website kami rancang agar tidak hanya enak dilihat, tetapi juga benar-benar bekerja untuk Anda dan pengunjung Anda.
Website Anda terasa sudah ketinggalan zaman? Atau Anda baru mulai membangun kehadiran digital? Konsultasikan kebutuhan Anda bersama tim Zerone.id. Kami bantu menemukan gaya desain yang paling pas untuk brand Anda.
Share This Article
Written by Editor
Zerone.id (Zerone Global) adalah perusahaan pengembang teknologi informasi dan penyedia solusi digital yang berbasis di Indonesia. Didirikan pada tahun 2021, perusahaan ini berfokus pada pengembangan aplikasi perangkat lunak (software) berkualitas tinggi, terutama untuk kebutuhan sektor pendidikan, sekolah, dan manajemen proyek.
Related Articles

Mengenal Apa Itu OPSI 2026: Panggung Puncak Riset Siswa Indonesia di Universitas Muhammadiyah Jakarta
OPSI adalah singkatan dari Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia. Ajang ini merupakan kompetisi penelitian ilmiah tahunan resmi berskala nasional yang diselenggarakan...
Read MoreSeptember 29, 2026

Sekolah Siap PJJ Kapan Saja: Panduan Kesiapan Darurat
Sekolah hentikan sementara pembelajaran tatap muka akibat erupsi Anak Krakatau. Keselamatan jiwa warga sekolah menjadi prioritas di atas kurikulum.
Read MoreSeptember 8, 2026

Apakah Robot dan AI Akan Menggantikan Pekerjaan Manusia?
Apakah robot akan menggantikan pekerjaan manusia? Temukan fakta terkini, data riset global, dan strategi adaptasi karier di era otomasi dan...
Read MoreMay 20, 2026

